Sejarah Dan Proses Pembuatan Sagu Gula
Sagu ialah makanan pokok bagi masyarakat Maluku. Sagu merupakan kuliner tradisional Maluku yang dapat diolah menjadi berbagai macam makanan, salah satunya yang terdapat di Negeri Amahusu ialah sagu gula. Di Negeri Amahusu sagu gula masih dibuat dengan menggunakan alat tradisional yaitu yang disebut dengan forna. forna ialah suatu wadah yang dibuat dari tanah liat yang dicetak masing-masing forna terdiri dari 14 lempeng yakni 7 baris disebelah kiri dan 7 baris disebelah kanan. Untuk mengolah sagu gula pertama-tama harus memanaskan forna hingga panas, kemudian apabila sudah panas masukan sagu yang sudah dihaluskan kedalam forna yang kosong namun jangan isi sagunya hingga penuh karena harus menyisakan sedikit ruang pada bagian tengah sagu untuk meletakkan gula. Gula yang digunakan dalam pembuatan tidak boleh menggunakan sembarangan gula karena akan berpengaruh terhadap cita rasa dari sagu gula tersebut, gula yang dipakai ialah gula Saparua. Apabila sagu dan gula sudah diletakan diatas forna maka akan ditutup menggunakan daun pisang dan papan kayu dibagian atasnya, hal ini bertujuan agar panas tidak keluar dari bagian atasnya agar panas didalam forna merata. Kemudian diamkan dulu selama 10 menit apabila sudah cukup maka angkat sagunya dan keluarkan sagu dari forna tersebut dengan cara menggunakan bambu yang bagian ujungnya sudah diruncing atau menggunakan alat apa saja yang bisa untuk mengangkat sagu gula dari forna